Saat diwawancarai awak media hari ini di sela-sela agenda Reses Masa Persidangan di Daerah Pemilihan (Dapil) Tapa-Bulango, legislator kawakan tersebut menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bakal pasang badan mengawal kelanjutan perbaikan gedung SDN 7 Bulango Utara di Desa Kopi yang hingga kini belum tuntas total pasca-kebakaran beberapa tahun silam.
Langkah responsif ini diambil setelah Sofyan menerima laporan mendalam dari konstituen mengenai pincangnya fasilitas di sekolah tersebut. Warga mengeluhkan lambatnya pemulihan total yang membuat kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak di desa tersebut menjadi korbannya.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, dari total kerusakan akibat kebakaran hebat pada tahun 2022 silam, pemerintah daerah baru menyelesaikan pembangunan kembali dua ruangan kelas. Sementara itu, masih terdapat satu ruangan kelas tersisa yang kondisinya masih terbengkalai dan belum tersentuh perbaikan sama sekali.
Menyikapi realita tersebut, Sofyan Wahidji menjelaskan kepada wartawan bahwa fungsi reses adalah menyerap seluruh duka dan aspirasi masyarakat tanpa harus terkotak-kotak oleh urusan internal pembagian komisi di DPRD. Sebagai bagian dari unsur pimpinan alat kelengkapan dewan, ia memiliki tanggung jawab moral terhadap dapilnya.
"Benar bahwa pendidikan itu ranahnya rekan-rekan di Komisi I. Namun karena ini adalah amanah langsung dari warga saat saya turun reses di Dapil Tapa-Bulango, maka secara moral dan politik wajib bagi saya untuk mengawalnya. Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), saya akan suarakan ini agar diakomodir lewat APBD," tegas Sofyan di depan awak media hari ini.
Ia menambahkan, pengawalan ini akan dilakukan secara kolektif dengan membangun komunikasi lintas komisi serta mendorongnya pada rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Sofyan menargetkan sisa satu ruangan tersebut wajib masuk dalam plot anggaran demi memulihkan hak pendidikan anak bangsa secara utuh. (ZI)








