Langkah ini dinilai krusial guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di wilayah Bone Bolango benar-benar aman, sehat, dan memenuhi kriteria syariat Islam sebelum dikonsumsi masyarakat.
"Kami meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Bone Bolango untuk segera menerjunkan tim kesehatan hewan ke lapangan. Jangan menunggu H-3, pengawasan harus dimulai dari sekarang, baik di tingkat peternak lokal maupun di titik-titik penjualan," ujar Sofyan saat diwawancarai, Senin (25/5/2026).
Politisi senior ini menekankan bahwa pemeriksaan klinis secara proaktif sangat penting untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), yang kerap menjadi kekhawatiran saat mobilitas ternak meningkat menjelang hari raya.
Selain aspek kesehatan, Sofyan juga mengingatkan Pemda untuk memantau stabilitas stok dan harga sapi di pasaran. Hal ini bertujuan agar kebutuhan masyarakat lokal tetap terpenuhi tanpa dibayangi lonjakan harga yang tidak wajar.
Ia mengimbau kepada masyarakat dan para peternak agar kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Warga yang hendak berkurban pun disarankan untuk membeli hewan yang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi dari otoritas veteriner setempat.
"Kita ingin memastikan ibadah kurban tahun ini berjalan dengan khidmat dan aman. Kehadiran pemerintah di lapangan sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa tenang bagi masyarakat," pungkasnya.







