Hal tersebut disampaikannya saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh awak media pada Selasa (16/6/2026).
Sofyan mengungkapkan bahwa esensi dari hijrah bukan sekadar seremonial pergantian kalender, melainkan sebuah momentum besar untuk melakukan evaluasi (muhasabah) terhadap apa yang telah diperbuat untuk daerah dan masyarakat.
"Tahun baru Islam 1448 Hijriyah ini harus kita maknai dengan semangat perubahan yang nyata. Dari yang sebelumnya pasif menjadi produktif, dan yang paling penting adalah bagaimana kita mengikis egoisme untuk memperkuat gotong royong serta kepedulian sosial," ujar Sofyan melalui sambungan telepon.
Politisi Bone Bolango ini juga menekankan pentingnya persatuan (ukhuwah) dalam menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan ke depan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan seluruh lapisan masyarakat.
"Semangat hijrah mengajarkan kita tentang persaudaraan dan kolaborasi. Di tahun yang baru ini, mari kita rajut kembali persatuan, fokus pada pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan potensi lokal demi kesejahteraan bersama," tambahnya.
Mengakhiri wawancaranya, Ketua Komisi II ini optimis bahwa dengan spirit baru 1448 Hijriyah, Kabupaten Bone Bolango mampu melewati berbagai tantangan ekonomi dan sosial melalui inovasi dan kerja keras yang berbasis kemaslahatan masyarakat.








.jpg)